This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, September 28, 2011

Ganti Yang Lebih Baik


Ibnu Rajab al-Hanbali menyebutkan dalam Kitabnya, Dzailuth Thabaqaat, tentang kisah al-Qadhi Abu Bakar al-Anshary al-Bazzaz yang berkata,

“Saya tinggal di Mekah yang dijaga oleh Allah. Suatu hari aku merasakan lapar. Akupun keluar untuk mencari rejeki yang bisa aku makan, namun tidak juga mendapatkannya. Tatkala aku sedang berjalan, tiba-tiba aku menemukan bungkusan sutera yang diikat dengan pita dari sutera yang mahal. Aku membawanya pulang, dan kucoba membukanya. Ternyata di dalamnya terdapat kalung yang terbuat dari mutiara, belum pernah aku melihat kalung sebagus itu. Aku segera membungkusnya kembali dan mengikatnya seperti sedia kala.

Aku kembali keluar, tiba-tiba aku mendengar orang tua yang sedang berhaji berseru, ”Barangsiapa yang menemukan sebuah bungkusan yang ciri-cirinya begini dan begini, maka akan aku beri hadiah 500 dinar emas.”

Aku berkata dalam hati, ”Saya sedang terdesak kebutuhan, apakah sebaiknya aku mengambil dinar itu, dan mengembalikan bungkusan itu kepadanya, ya?” Lalu aku berkata, ”Kemarilah, aku telah menemukannya.” Aku membawa orang tua itu ke rumah, kutanyakan ciri-ciri bungkusan, tentang kalung mutiara, jumlah barang dan sesuatu yang berada di dalamnya. Ternyata apa yang diutarakan persis dengan apa yang kutemukan. Maka aku keluarkan bungkusan itu, dan kuserahkan kepadanya. Diapun menyerahkan uang 500 dinar emas seperti yang ia janjikan. Kukatakan kepadanya, ”Saya hanya menyampaikan amanah yang harus saya kembalikan kepada Anda, saya tidak meminta upah.” Dia mendesakku untuk menerima upah itu, sementara aku sudah berjanji untuk tidak mengambilnya sedikitpun.

Orang itu pergi meninggalkanku, lalu pulang ke negerinya setelah menyelesaikan hajinya. Sedangkan saya makin terdesak kebutuhan. Hingga aku memutuskan keluar dari Mekah dan mengarungi lautan dengan kapal tua bersama segolongan orang. Di tengah laut, kapal kami diterpa ombak dan badai yang dahsyat hingga kapalpun pecah. Orang-orang tenggelam, sementara Allah menyelamatkan aku, di mana aku bisa berpegangan pada sebuah kayu, hingga aku terdampar di sebuah pulau.

Aku memasuki pulau itu, dan ternyata di sana tinggal kaum muslimin yang rata-rata masih awam, belum bisa membaca dan menulis. Aku mendatangi masjid, shalat dan membaca al-Qur’an. Orang-orang yang berada di masjid memerhatikan aku, lalu berkumpul mengerumuni aku. Setiap orang yang bertemu denganku, memintaku untuk mengajarkan al-Qur’an kepadanya. Akupun mengajarkan al-Qur’an kepada mereka. “Apakah Anda bisa membaca dan menulis?” Tanya mereka. “Ya, bisa!” Jawabku. Merekapun berkata, “Kalau begitu, ajarilah kami membaca dan menulis!” lalu mereka datang dengan membawa anak-anak dan remaja mereka dan akupun mengajari mereka. Banyak sekali faedah dari kegiatan yang saya lakukan. Hingga mereka ingin, agar aku tetap tinggal bersama mereka. Mereka berkata, “Di tengah kami ada gadis yatim yang baik dan kaya, kami ingin Anda menikahinya dan tetap tinggal bersama kami di Pulau ini.” Awalnya aku menolak, namun mereka terus membujukku hingga akupun menyanggupinya. Mereka mengadakan walimah untuk saya. Dan tatkala bertemu dengan gadis itu, ternyata aku melihat kalung mutiara yang pernah kutemukan di Mekah dahulu melingkar di lehernya. Aku keheranan dan terus memerhatikan kalung itu. Hingga salah seorang keluarganya berkata, “Wahai Syeikh, Anda telah menyinggung perasaannya, Anda tak sudi melihatnya, dan hanya melihat kalung yang dikenakannya.” Buru-buru saya berkata, “Tentang kalung itu, ada kisah yang saya alami.” “ Kisah apa itu?” Tanya mereka penasaran. Lalu saya bercerita kepada mereka tentang kalung dan pertemuanku dengan orang tua yang memilikinya. Usai aku bercerita, mereka tersentak dan meninggikan suara tahlil dan takbir. Lalu saya bertanya, ”Subhanallah, apa yang terjadi atas kalian.” Mereka berkata, ”Sesungguhnya orang tua yang bertemu denganmu itu adalah ayah dari gadis ini. Beliau juga sempat bercerita perihal Anda setelah kembali dari haji. Beliau berkata, ”Demi Allah, aku belum pernah melihat pemuda muslim sebaik orang yang mengembalikan kalung itu, ya Allah kumpulkanlah aku dengannya, aku ingin menikahkan ia dengan puteriku.” Sekarang beliau sudah meninggal namun doanya telah dikabulkan oleh Allah.”

Subhanallah, beliau meninggalkan upah 500 dinar meskipun itu boleh, demi kemuliaan yang lebih di sisi Allah, lalu Allah menggantikan beliau dengan kalung mutiara sekaligus pemiliknya. Allah memberikan beliau ganti yang jauh lebih baik.

Kisah ini mengingatkan kita akan kaidah yang sangat populer, ”Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberikan untuknya ganti yang lebih baik.”

Ketika seseorang meninggalkan sesuatu yang mubah, demi mendapatkan keutamaan agamanya, demi mengharap pahala yang besar dari Allah, maka Allah akan menggantikan untuknya sesuatu yang lebih baik, lebih nikmat dan lebih berharga dari apa yang ditinggalkannya itu. Apalagi jika yang ditinggalkan itu adalah sesuatu yang berstatus haram dan dosa.

Ganti yang Lebih Baik di Dunia
Kita hidup di suatu zaman, di mana peluang-peluang kemaksiatan terbuka lebar, program-programsyaithani telah menghegemoni, menawarkan jalan haram untuk meraih kebutuhan yang diingini. Makin banyak orang yang mentolelir jalan dosa untuk mencapai tujuan. Banyak yang merasa sulit untuk berkelit dari debu dosa dan getahnya. Dalam hal mencari rejeki misalnya. Sampai tercetus kesimpulan yang diamini banyak orang, ”Mencari rejeki yang haram saja susah, apalagi yang halal!”

Tapi, orang yang beriman memiliki logika yang berbeda; bahwa justru dengan meninggalkan cara yang haram, niscaya Allah akan memberikan kemudahan untuk mendapatkan rejeki yang halal dan lebih bernilai. Dia yakin akan janji Allah l,

”Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. (QS. ath-Thalaq 2-3)

Dia juga yakin akan janji Rasul-Nya,

”Sesungguhnya, tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah Azza wa Jalla, melainkan pasti Allah akan menggantikan dengan sesuatu yang lebih baik bagimu.” (HR Ahmad, al-Albani mengatakan, sanadnya shahih sesuai syarat Muslim)

Allah tidak akan membiarkan orang yang meninggalkan riba menjadi bangkrut. Tidak mungkin juga seseorang jatuh miskin karena mereka meninggalkan korupsi, curang dalam timbangan maupun jual beli yang haram. Allah pasti memberi ganti yang lebih baik di dunia, sebelum ganti yang lebih kekal di akhirat.

Ganti yang dimaksud mungkin saja secara jenis dan bentuknya sama, tapi dengan nilai yang lebih berharga. Tapi ada juga kemungkinan, Allah memberi ganti dalam wujud lain yang tak dikenali pelakunya. Namun dipastikan, bahwa ganti itu lebih besar manfaatnya dari yang ditinggalkannya.

Ganti yang Lebih Kekal di Akhirat
Ketika seorang hamba rela mencampakkan kelezatan yang ada di depan mata, demi meraih kenikmatan akhirat yang didamba, maka Allah akan memberikan ganjaran lebih dari apa yang diinginkannya,

”Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan kami tambah keuntungan itu baginya..” (QS. asy-Syuura 20)

Ya, dia akan mendapatkan bonus bagian di dunia, juga kenikmatan jannah yang lebih menyenangkan dari apa yang diidamkannya. Kenikmatan jannah yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga, dan belum pernah terbersit dalam hati manusia. Apapun yang kita bayangkan dan harapkan tentang kenikmatan jannah, hakikatnya jauh melebihi dari itu semua.

Allah telah memberikan percontohan yang klimak. Betapa Asiyah, istri Fir’aun al-mal’un rela meninggalkan suaminya yang kafir durjana, demi iman dan mengharap ridha Pencipta-Nya. Dia juga rela tersingkir dari kemegahan istana suaminya, demi mendapatkan istana yang lebih baik dan lebih kekal di sisi-Nya. Beliau berdoa,

“Wahai Rabbku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam jannah dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zhalim.” (QS at-Tahrim 11)

Apa hasilnya? Di akhirat, beliau masuk dalam daftar wanita paling terhormat di jannah, sebagaimana yang dikabarkan oleh Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam.,

“Wanita penghuni jannah yang paling utama adalah Khadijah bintu Khuwailid, Fathimah bintu Muhammad, Maryam bintu ‘Imraan dan Asiyah bintu Muzaahim istri Fir’aun.” (HR Ahmad, al-Albani menshahihkannya)

Maka Allah menggantikan untuk beliau istana yang lebih indah di jannah, dan sudah pasti, pasangan hidup yang jauh lebih baik dan terhormat daripada Fir’aun. Semoga kita tak ragu lagi untuk mencampakkan yang haram, demi mendapatkan yang lebih baik dan lebih kekal, wallahul muwaffiq. (Abu Umar Abdillah)



PENCIPTAAN MALAIKAT


Terjemahan dari kitab "Kasbul Ghaibiyah"
Sesunguhnya Allah telah menciptakan malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail, sebagai pemimpin bagi seluruh malaikat yang jumlahnya hanya Allah yang mengetahui. Mereka bertugas mengatur semua kegiatan makhluk Allah, baik yang ada di langit maupun yang ada di bumi.
Malaikat Jibril sebagai SHAHIBUL WAHYU, yang bertugas menyampaikan pesan Allah berupa wahyu kepada para Nabi dan Rasul, juga berupa ilham kepada Wali Allah. Malaikat Mikail sebagai SHAHIBUR RAZZAQ, yang bertugas mengatur pembagian rizki Allah kepada seluruh makhluk yang di darat, laut, maupun udara. Juga seluruh makhluk yang hidup di atas langit. Malaikat IzrAil sebagai SHAHIBUR RUH, yang bertugas mengatur pencabutan nyawa makhluk yang memiliki ruh, seperti manusia, jin, hewan, malaikat dan seluruh makhluk langit, kecuali yang Allah kehendaki untuk tetap hidup. Malaikat Israfil sebagai SHAHIBUL QORN, yang bertugas menentukan segala akhir kehidupan makhluk dan menentukan pembangkitan mereka untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan pengadilan akhirat.

Saidina Abdullah bin Abbas r.a, menjelaskan : malaikat IsrAfil adalah malaikat pertama yang diciptakan oleh Allah, pada saat penciptaan malaikat Israfil, ia memohon kepada Allah agar diberikan kepadanya, kekuatan 7 petala langit dan bumi, kekuatan angin dan kokohnya gunung, kekuatan seluruh jin dan manusia serta kekuatan seluruh binatang buas, maka Allah kabulkan permintaannya tersebut. Dari atas kepala sampai tapak kakinya dipenuhi dengan bulu yang terus menerus bertasbih memuji ke Maha Agungan Allah dan disetiap bulu ada satu malaikat yang bertasbih hingga datangnya hari kiamat, mereka dinamakan malaikat MUQORROBUN, yakni malaikat pemikul Arsy (dan pada setengah riwayat mereka dinamakan malaikat KIRAMAN KATIBIN, yang diciptakan serupa dengan malaikat Israfil, adapun jumlah bilangan mereka hanya Allah yang mengetahuinya. Malaikat Israfil selalu menengok ke dalam neraka jahannam, setiap menengok ia menangis dan menjerit, karena takut azab Allah yang selalu mengintainya. Dan tentang besarnya malaikat Israfil adalah, apabila seluruh air laut yang ada di dunia ini dituang/ditumpahkan ke atas kepalanya, maka tidak ada satu tetespun yang terjatuh.

Malaikat yang diciptakan setelah Israfil adalah malaikat Mikail, masa penciptaannya adalah 500 tahun. Dari atas kepalanya sampai telapak kaki dipenuhi dengan bulu yang terbuat dari minyak Ja’faron, sayapnya berwarna hijau yang terbuat dari larutan minyak Zabarjad. Pada setiap bulunya ada seribu macam wajah, dan pada setiap wajahnya ada seribu mata, yang semuanya menangis, karena merasa kasihan kepada setiap orang yang beriman tapi masih suka mengerjakan dosa besar, dan pada setiap wajah ada seribu mulut dan lidah yang selalu bertasbih mengagungkan asma Allah dengan 1000 macam bahasa yang berlainan.

Dan pada setiap wajahnya ada sejuta titik yang terdiri dari para malaikat, mereka adalah tentara malaikat Mikail yang bertugas membantunya mengatur pembagian rizqi Allah kepada seluruh makhluk, namanya malaikat KARIBUN. Mereka melakukan tugasnya sambil bertasbih kepada Allah sampai datangnya hari kiamat, maka tak ada satupun rizqi Allah yang ada di permukaan bumi ini, kecuali di dalamnya ada satu malaikat yang menjaganya.

Malaikat Jibril diciptakan setelah penciptaan malaikat Mikail, masa penciptaannya adalah 500 tahun. Malaikat Jibril memiliki 1600 sayap. Dari atas kepala sampai telapak kakinya dipenuhi dengan bulu yang terbuat dari minyak Ja’faron dan pada setiap helai bulunya mengeluarkan cahaya laksana bulan purnama. Malaikat Jibril masuk ke dalam lautan cahaya Illahiyah sebanyak 370 kali setiap harinya, maka apabila ia keluar dari dalam lautan cahaya Illahiyah, berguguranlah titik-titik yang memenuhi sayapnya, lalu Allah ciptakan dari setiap titik yang berguguran itu satu malaikat untuk mendampinginya kemana saja ia pergi, mereka dinamakan malaikat Ruhaniyun yang selalu bertasbih hingga tibanya hari kiamat.
Pimpinan dari seluruh malaikat Allah yang terakhir diciptakan adalah malaikat Izrail, ia dikenal juga dengan sebutan malaikat maut. Besar, kuat, rupa dan bentuknya sama persis dengan malaikat Israfil. Dalam sebuah khabar diceritakan, bahwa tatkala Allah akan menciptakan malaikat maut, perihal penciptaannya dirahasiakan bagi seluruh makhluk Allah yang tinggal di langit serta ditutupi dengan 1000 lapis hijab yang terbuat dari cahaya.

Mengenai besarnya adalah andaikan seluruh air lautan dituangkan di atas kepalanya, maka tidak ada satu tetes pun yang terjatuh. Dan jauhnya perjalanan jarak antara Masyriq dan Maghrib (Timur dan Barat) bagaikan seorang yang sedang menghadapi hidangan di atas meja makan. Dan besarnya alam raya ini bagi malaikat maut, seperti seseorang yang tengah membolak balikkan sekeping uang logam. Pada saat penciptaannya, ia diikat dengan 70.000 rantai, dan setiap rantai panjangnya 1000 tahun perjalanan dunia, dan tidak ada satu pun malaikat Allah mengetahui dimana tempatnya berada dan bagaimana rupa sebenarnya.

Maka tatkala Allah menciptakan Almaut, Dia mempercayakan Almaut pada malaikat Izrail untuk menanggungnya. Malaikat Izrail bertanya kepada Allah : “Ya Allah, apa dan siapa Almaut itu?”, Allah segera membuka tabir yang menutupi Almaut, sehingga seluruh malaikat yang ada di langit dapat menyaksikannya. Lalu Allah berfirman kepada Almaut : “Hai Almaut, terbanglah di atas kepala mereka dan tebarkanlah seluruh sayapmu”, Almaut segera terbang dengan gagahnya di atas para malaikat, demi melihat kehebatan dan kewibawaannya, mereka jatuh tersungkur tak sadarkan diri selama 1000 tahun, setelah sadar mereka serentak bertanya “Ya Allah, makhluk apakah itu?, betapa hebatnya dia, sehingga kami tak sanggup menyaksikannya?”.
Allah menjawab : “Dialah Almaut, dan kalian semua akan merasakan kepedihannya”.
Kemudian Allah berpaling kepada malaikat Izrail : “Ya Izrail, genggamlah dia, Aku percayakan Almaut kepadamu.

Malaikat Izrail bertanya : “Ya Allah, zat yang memiliki segala kekuasaan dan kekuatan, bagaimanakah aku harus menggenggamnya, sedangkan ia lebih besar dan lebih hebat dari pada aku?”.
Allah menjawab : ‘Jangan khawatir, engkau memiliki kekuatan yang tidak pernah Kuberikan kepada makhluk yang lain, genggamlah Almaut atas perintah dan izin-Ku’. Akhirnya malaikat Izrail bersedia menerima perintah Allah untuk mengendalikan Almaut bagi seluruh makhluk yang memiliki ruh.
Dalam sebuah riwayat diceritakan, sebelum Almaut dipercayakan kepada malaikat Izrail, ia minta izin kepada Allah untuk berteriak di tujuh petala langit, dan Allah pun memberinya izin, lalu ia berteriak sekuat tenaga sehingga suaranya menggetarkan seluruh penduduk 7 lapis langit.

“Hai makhluk Allah, akulah Almaut, yang akan mencerai beraikan sepasang suami isteri yang sedang bercinta membina rumah tangganya. Akulah yang akan memisahkan anak dari induknya, sehingga ia menjadi yatim piatu. Akulah yang akan membuat seorang suami menjadi duda, dan seorang isteri menjadi janda, akulah yang memporakporandakan ketentraman hidup manusia. Akulah yang meramaikan pekuburan dan ingatlah seluruh makhluk Allah aku akan mendatangimu, walaupun kamu sembunyi di dalam sebuah benteng yang terbuat dari baja sekalipun”. Demikianlah teriakan Almaut yang membuat gentar seluruh penduduk langit dan bumi.

Dalam sebuah riwayat diceritakan, bahwa apabila Almaut hendak mendatangi seseorang, ia berdiri tegak dihadapannya, lalu orang itu bertanya : “Siapa kamu dan apa maksud kedatanganmu untuk menemuiku?”. Almaut menjawab : “Akulah Almaut”, mendengar jawaban tersebut, tubuh orang itu bergetar. “Akulah yang akan mengeluarkanmu dari kehidupan dunia, akulah yang akan menjadikan anak kesayanganmu menjadi yatim, akulah yang akan membuat isteri kesayanganmu yang cantik menjadi janda, dan akulah yang akan menjadikan harta kekayaanmu menjadi hak ahli waris”. Mengapa kau sia-siakan hidupmu yang sebentar ini?, mengapa tidak kau penuhi catatan kitab amalmu dengan kebaikan?, mengapa kau lupakan ajaran Tuhanmu yang telah melimpahkan rizqi yang banyak?, mengapa kau pentingkan kehidupan dunia-mu dari pada akhirat-mu, padahal engkau tahu bahwa kehidupan di negeri akhirat itu lebih baik dan kekal?. Pada saat inilah Allah telah menentukan akhir hidup-mu, bersiap-siaplah hai hamba Allah yang durhaka, ruhmu akan kucabut!!. Ketika mendengar keterangan dari Almaut, ia segera memalingkan kepalanya ke kanan, disana ia melihat Almaut sedang menatap tajam kepadanya, begitu ia menatap ke Sebelah kiri, atas, bawah, bahkan ketika ia memejamkan matanya sekalipun, seolah-olah Almaut berada di pelupuk matanya.

Diceritakan pula dalam sebuah riwayat, bahwa tempat tinggal Almaut, adalah langit ke tujuh, akan tetapi ada ulama ahli kasyap yang berpendapat, bahwa tempat tinggalnya di langit yang keempat, dan Allah menciptakannya dari cahaya.

Almaut memiliki wajah yang menghadap ke Barat, Timur, Utara dan Selatan serta 70.000 kaki dan 4000 sayap, tubuhnya dipenuhi dengan mata dan lidah yang jumlahnya sebanyak bilangan makhluk Allah yang bernyawa, dari pada manusia, jin, hewan, malaikat dan seluruh makhluk Allah yang tidak kita ketahui namanya, mata tersebut selalu mengawasi makhluk yang ditujunya, maka apabila makhluk itu mati terpejamlah mata yang menempel di tubuh Almaut.

Dan menurut riwayat yang lain, Almaut memiliki 4 wajah yang berlainan letak di atas kepalanya. Yaitu :
1. Wajah yang ada di atas kepalanya.
2. Wajah yang ada dihadapannya
3. Wajah yang ada di belakangnya
4. wajah yang berada di telapak kakinya.

Tatkala alamut hendak mencabut ruh para Nabi dan Rasul serta ruh para malaikat, ia menggunakan wajah yang ada di kepalanya, apabila hendak mencabut ruh orang mu’min yang sholeh, ia menggunakan wajah yang ada dihadapannya, apabila hendak mencabut ruh orang kafir, ia menggunakan wajah yang ada di belakangnya, dan apabila ia hendak mencabut ruh iblis, jin dan segala tentaranya, ia menggunakan wajah yang ada di telapak kakinya, salah satu kakinya selalu berpijak di tepi surga dan kakinya yang lain berpijak di tepi neraka.

Apabila ada orang kafir yang akan menemui ajalnya, Almaut segera turun dari langit bersama malaikat azab dengan wajah yang hitam dan kedua matanya yang merah menyala, ia membawa seperangkat pakaian dari neraka, kemudian keduanya duduk di sisi mayit sambil menanti kedatangan malaikat Izrail, maka setelah ruh si kafir itu dicabut, lalu diberikan ruh itu kepada malaikat azab untuk dibawa ke Sijjil (tempat menyimpan arwah orang-orang kafir).

Tatkala malaikat maut menjumpai sesorang yang hendak meninggal dunia ia bertanya kepada orang itu, ‘Hai hamba Allah, apakah engkau mengenalku?, akulah malaikat maut yang telah mengambil (mencabut) ruh kedua orang tua mu, dan sebenarnya engkau pun telah tahu bahwa suatu saat akupun datang mencabut nyawamu, mengapa semua ini tidak kau sadari?, bukankah telah cukup peringatan dari kedua orang tua mu, pada saat ini aku hendak mencabut nyawamu, dan engkau dapat menyaksikan ratapan dan tangisan anakmu, isterimu, tetanggamu dan sahabatmu yang mengiringi kepergianmu ke alam akhirat”.

“Hai hamba Allah, akulah malaikat maut yang telah lama kau kenal, betapa banyak tanda-tanda yang telah kau ketahui tentang saat kedatanganku, bagaimanapun hebat dan kuasanya seseorang, bagaimanapun kaya rayanya seseorang, dan bagaimanapun cantiknya, semua tak terlepas, dari pengawasanku”. “Hai hamba Allah, bagaimana penilaianmu terhadap kehidupan ini?”, si mayit menjawab, “pada saat ini akupun telah menyadari bahwa hidup di dunia hanya permainan dan tipu daya yang menyesatkan”.
Hai hamba Allah yang durhaka!, mengapa kau tidak merasa malu mengerjakan dosa dan mengapa engkau tidak mampu menahan diri dari melakukan maksiat, hidup mu hanya di isi dengan usaha-usaha duniawi yang melalaikan ingat kepada Allah, kamu tidak mengenal mana yang haram dan mana yang halal, seolah-olah hidupmu akan abadi di dunia ini.

Hai hamba Allah, harta kekayaan yang telah engkau usahakan, kini bukan milikmu lagi, semua hartamu kini sudah diperebutkan oleh anak-anakmu sebagai harta warisan, mereka sudah tidak mencintaimu lagi mereka lebih mencintai harta warismu, padahal masa hidupmu berjuang untuk membahagiakan mereka. Engkau telah melupakan jalan Allah, padahal Dia telah memberimu nikmat yang banyak. Engkau habiskan hartamu untuk kesenangan hawa nafsu yang membahayakan iman. Kamu tak pernah bershadaqah, padahal jalan untuk mensyiarkan agama Allah sangat banyak. Kamu tidak pernah berinfaq, padahal jutaan fakir miskin selalu menanti uluran tanganmu.

Hai hamba Allah, pernahkah kamu membaca ayat Allah yang berbunyi :
“(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih, Dan (di hari itu) didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertakwa, Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang- orang yang sesat", (QS. Asy-Syuara’:88-91) Pada hari ini, harta benda dan anak isteri tidak bermanfaat lagi, kecuali bagi orang yang menjumpai Allah dengan hati yang tentram sejahtera.

Mendengar penjelasan dari malaikat maut si mayit menangis menjerit-jerit : “Ya Allah, ya Tuhanku tundalah masa pencabutan nyawaku ini, kembalikanlah aku ke alam dunia aku akan beribadah dan bershadaqah, serta menjadi orang mu’min yang shaleh. Allah berfirman : “Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; Maka apabila Telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya”. (QS. Al-A’raf:34) Apabila ajal telah menjumpai mereka, tidak dapat ditunda-tunda dan tidak dapat pula dipercepat. Allah berfirman lagi :
“Sekali-kali jangan curang, Karena Sesungguhnya Kitab orang yang durhaka tersimpan dalam sijjin, Tahukah kamu apakah sijjin itu?, (ialah) Kitab yang bertulis”. (QS. Al-Muthaffifi:7-9)

Sebagian ulama ahli tauhid berpendapat, bahwa malaikat Izrail bertugas mencabut ruh para Nabi dan Rasul saja, sedangkan manusia, malaikat, jin dan binatang, ia memberi tugas kepada malaikat yang mendampinginya. Apabila seluruh makhluk telah dicabut nyawanya, hilanglah (terpejamlah) mata yang memenuhi seluruh tubuh Almaut dan berarti tugasnya sebagai pencabut ruh telah selesai, kecuali ada 8 malaikat yang tidak tercantum namanya ditubuh Almaut yaitu : malaikat Jibril, Mikail, Israfil, Izrail dan 4 malaikat pemikul Arsy.

Tatkala malaikat maut menerima tugas sebagai pencabut nyawa, ia bertanya kepada Allah, Ya Allah, bagaimana aku dapat mengetahui, bahwa pada saat ini ada seseorang dari hambamu yang akan mati? Allah menjawab : Demi kekuasan yang berada di kedua tanganku, sesungguhnya aku telah mewakilkan bagi yang mengatur nafasnya, malaikat yang mengatur rizkinya dan malaikat yang mencatat amalnya. Apabila telah tiba ajal mereka akan datang kepadamu melaporkan tugasnya, jika ia orang shaleh, amalnya akan ditulis dengan cahaya, tapi jika ia orang durhaka, amalnya akan ditulis dengan bara api yang hitam, maka gugurlah daun yang bertuliskan namanya di bawah Arsy tepat dihadapan malaikat maut dan ia pun segera melaksanakan tugasnya.

Syekh Ka’ab Al Ahbar berpendapat : “Sesungguhnya Allah telah menciptakan sebuah pohon kayu yang tumbuh di bawah Arsy, pohon itu dinamakan سجرة المنتهــى (Sajaratul Muntaha) yang mempunyai daun sebilangan makhluk Allah, apabila seorang hamba memiliki jatah umur 40 hari lagi. Maka daun yang bertuliskan namanya berguguran tepat dihadapan malaikat maut, kemudian ia memerintahkan satu malaikat untuk mempersiapkan pencabutan ruhnya, dan semua penduduk langitpun tahu bahwa orang itu akan mati, padahal ia masih hidup di bumi 40 hari lagi.

Sebagian ulama berpendapat : apabila seorang hamba akan menemui ajalnya, Allah memerintahkan satu malaikat untuk menulis namanya dan di tempat mana ia akan mati, lalu dilaporkan kepada malaikat maut dan iapun segera menjalankan tugasnya.
Imam Abu Laits berkata : Apabila seseorang hamba akan menemui ajalnya, berguguranlah daun kayu yang bertuliskan namanya. Jika daun itu berwarna hijau, orang itu dianggap celaka dan jika daunnya berwarna putih, orang itu akan selamat menghadap Allah. Adapun tempat kematiannya telah ditentukan oleh Allah.

Sesungguhnya Allah telah menciptakan satu malaikat yang bernama malaikat Arham, ia dan tentaranya bertugas menjaga seorang ibu yang sedang hamil, apabila telah genap 4 bulan, ia mencampur cairan janin bayi tersebut dengan tempat matinya nanti, maka apabila telah mahir kemanapun ia pergi, ia pasti akan menuju tempat kematiannya.
Sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur’an :

Katakanlah: "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah". Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu; mereka berkata: "Sekiranya ada bagi kita barang sesuatu (hak campur tangan) dalam urusan ini, niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) di sini". Katakanlah: "Sekiranya kamu berada di rumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu ke luar (juga) ke tempat mereka terbunuh". Dan Allah (berbuat demikian) untuk menguji apa yang ada dalam dadamu dan untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Allah Maha Mengetahui isi hati. (QS. Ali-Imran:154)

Diceritakan oleh seorang ulama, bahwa malaikat maut pernah bersilaturahmi kepada nabi Sulaiman as. Dengan menyamar sebagai manusia, pada saat itu Nabi Sulaiman as. Sedang bercakap-cakap dengan seorang pemuda. Setelah duduk, perhatiannya tidak terlepas kepada pemuda tersebut sehingga membuatnya menjadi ketakutan, lalu ia berkata kepada Nabi Sulaiman as. : “Ya Nabi Allah, izinkanlah hamba pergi kenegeri Cina, hamba hendak mengadu nasib di sana.!”
Kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan angin untuk menbawanya ke negeri Cina, setelah pemuda itu pergi, malaikat maut mendekati Nabi Sulaiman.
“Ya Nabi Allah, hamba mendapat tugas dari Allah untuk mencabut nyawa pemuda tadi hari ini di negeri Cina dan pada mulanya hamba heran, mengapa ia berada disini sedang akhir hidupnya berada di negeri Cina, tapi setelah hamba mendengar percakapan tuan tadi, hilanglah rasa heran hamba..!” Nabi Sulaiman as. Tersenyum : “Pergilah kamu hari ini ke negeri Cina dan laksanakanlah tugasmu! Sesungguhnya Allah telah menentukan dimana seorang hamba akan menjumpai ajalnya”.

Sebagian ulama berpendapat “Sesungguhnya Allah-lah yang telah menghidupkan dan mematikan seluruh makhluknya, adapun kematian seorang hamba itu hanya disandarkan kepada malaikat maut, sebagai pelaksana tugas sedangkan pada hakekatnya Allah-lah yang telah mematikannya sebagaimana firman-Nya dalam al-Qur’an “Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati…” (QS. Az-Zumar : 43)

Diceritakan pula oleh seorang ulama, bahwa ada seorang pemuda shaleh yang selalu berdo’a dengan ucapan اللهم اغفرلى وملك الشمس (Allahumma ighfirlii wa malakus syam) “Ya Allah ampunilah segala dosaku dan rahmatilah malaikat penjaga matahari”.
Do’a ini selalu diucapkan dimanapun ia berada, sehingga membuat malaikat penjaga matahari minta izin kepada Allah untuk menjumpainya, dan Allah pun mengizinkannya.
Setelah keduanya bertemu; malaikat penjaga matahari bertanya kepadanya : “Hai pemuda, apa maksudmu selalu mendo’akan aku?”. Pemuda itu menjawab : “aku ingin kau membawaku ke alam malaikat, lalu pertemukanlah aku dengan malaikat Izrail atau malaikat maut”. “Untuk apa?” Tanya malaikat penjaga matahari. “Aku ingin bertanya kepadanya, kapan ajalku tiba dan dimana tempat kematianku nanti”.

Atas izin Allah, pemuda itu pun dibawa oleh malaikat penjaga matahari untuk menemui malaikat maut setibanya di matahari, malaikat itu berkata : “Tunggulah kamu disini sebentar, aku ingin menemui malaikat maut, dilangit keempat. Setibanya disana, ia berkata kepada malaikat maut “Hai malaikat maut, ada seorang pemuda shaleh yang selalu mendo’akan aku dan ia pun ingin sekali bertemu dengan mu”. “Untuk apa?’ Tanya malaikat maut. “Dia hendak menanyakan kapan ajalnya tiba, dimana tempat kematiannya nanti”. Malaikat maut menjawab : “Hai malaikat penjaga matahari, sesungguhnya ajal pemuda itu adalah kau ini, dan tempat kematiannya adalah dekat dengan matahari.
Mendengar jawaban tersebut, malaikat penjaga matahari bergegas kembali ketempat pemuda itu menunggunya, dan benarlah pemuda itu telah meninggal.

Dan sebagian ulama berpendapat bahwa hewan selalu berdzikir kepada Allah siang dan malam sebagaimana halnya para malaikat, apabila ia berhenti berdzikir, maka malaikat maut pun siap mencabut ruhnya. Demikianlah.. Wallahu a’lam.





Bacaan Doa & Zikir Di Waktu Pagi Dan Sore





75- أعوذ بالله من الشيطان الرجيم —- اللّهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَ يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاء وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ وَلاَ يَؤُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
75. Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Allah tidak ada Ilah (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Al-Baqarah: 255). [90]




قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ


76. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Ilah yang bergantung kepada- Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia. [91]


77- أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ.


77. “Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan bagiNya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala se-suatu. Hai Tuhan, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Tuhan, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Tuhan! Aku berlindung kepadaMu dari siksaan di Neraka dan kubur.” [92]


78- اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ.


78. “Ya Allah, dengan rahmat dan pertolonganMu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolonganMu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan pertolonganMu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepadaMu kebangkitan (bagi semua makhluk).” [93]


79- اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.


79. “Ya Allah! Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakan aku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku denganMu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” [94]


80- اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ أُشْهِدُ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ. (4×)


80. “Ya Allah! Sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul arasyMu, malaikat-malaikat dan seluruh makhlukMu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiMu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” (Dibaca empat kali waktu pagi dan sore). [95]


81- اَللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِيْ مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ.


81. “Ya Allah! Nikmat yang kuterima atau diterima oleh seseorang di antara makhlukMu di pagi ini adalah dariMu. Maha Esa Engkau, tiada sekutu bagi-Mu. BagiMu segala puji dan kepadaMu panjatan syukur (dari seluruh makhluk-Mu).” [96]


82- اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. (3×)


82. “Ya Allah! Selamatkan tubuhku (dari penyakit dan yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau sesuatu yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan penglihatanku, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau.” (Dibaca tiga kali di waktu pagi dan sore). [97]


83- حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ. (7×)


83. “Allah-lah yang mencukupi (segala kebutuhanku), tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Dia, kepadaNya aku bertawakal. Dia-lah Tuhan yang menguasai Arsy yang agung.” (Dibaca tujuh kali waktu pagi dan sore). [98]


84- اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ.


84. “Ya Allah! Sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah! Peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaranMu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ulat atau bumi pecah yang membuat aku jatuh dan lain-lain).” [99]


85- اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ.


85. “Ya Allah! Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Tuhan pencipta langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang hak kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya, dan aku (berlindung kepadaMu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” [100]


86- بِسْمِ اللهِ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. (3×)


86. “Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Dibaca tiga kali). [101]


87- رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا. (3×)


87. “Aku rela Allah sebagai Tuhan, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai nabi (yang diutus oleh Allah).” (Dibaca tiga kali). [102]


88- يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ.


88. “Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, wahai Tuhan Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekalipun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).” [103]


89- أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ: فَتْحَهُ، وَنَصْرَهُ وَنُوْرَهُ، وَبَرَكَتَهُ، وَهُدَاهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْهِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ.


89. “Kami masuk pagi, sedang kerajaan hanya milik Allah, Tuhan seru sekalian alam. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu agar memperoleh kebaikan, pembuka (rahmat), pertolongan, cahaya, berkah dan petunjuk di hari ini. Aku berlindung kpadaMu dari kejelekan apa yang ada di dalamnya dan kejahatan sesudahnya.” [104]


90- أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ.


90. “Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kita Muhammad, dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” [105]


91- سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ. (100×)


91. “Maha Suci Allah, aku memujiNya.” (Dibaca seratus kali). [106]


92- لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. (10× أو 1× عند الكسل)


92. “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca sepuluh kali, atau cukup sekali dalam keadaan malas). [107]


93- لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. (100× إذا أصبح)


93. “Tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” (Dibaca seratus kali setiap pagi hari). [108]


94- سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ. (3× إذا أصبح)


94. “Maha Suci Allah, aku memujiNya sebanyak makhlukNya, sejauh kerelaanNya, seberat timbangan arasyNya dan sebanyak tinta tulisan kalimatNya.” (Dibaca tiga kali setiap pagi hari). [109]


95- اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً. (إذا أصبح)


95. Ya Allah, sungguh aku memohon kepadaMu ilmu yang manfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima. (Dibaca pagi hari). [110]


96- أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ. (100× في اليوم)


96. Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepadaNya. (Dibaca 100 kali dalam sehari). [111]


97- أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. (3× إذا أمسى)


97. Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya. (Dibaca 3 kali pada sore hari). [112]


98- اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ. (10×)


98. Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad. (Dibaca 10 kali). [113]



[90] “Barangsiapa membaca kalimat ini ketika pagi hari, maka ia dijaga dari (ganguan) jin hingga sore hari. Dan barangsiapa mengucapkannya ketika sore hari, maka ia dijaga dari (ganguan) jin hingga pagi hari.” HR. Al-Hakim, 1/562. Al-Albani berpendapat hadits tersebut shahih dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib 1/273 dan beliau menisbatkan hadits tersebut kepada An-Nasai dan Ath-Thabrani, beliau berkata, isnad Ath-Thabrani jayyid.


[91] “Barangsiapa membaca tiga surat tersebut tiga kali setiap pagi dan sore hari, maka itu (tiga surat tersebut) cukup baginya dari segala sesuatu.” HR. Abu Dawud 4/322, At-Tirmidzi 5/567 dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/182.


[92] HR. Muslim 4/2088.


Kalau sore hari membaca:


أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ (dst.)


Kalau sore hari membaca:


رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا.


[93]. HR. At-Tirmidzi 5/466, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/142.


Kalau sore hari membaca:


اَللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ.


[94] “Barangsiapa membacanya dengan yakin ketika sore hari, lalu ia meninggal dunia pada malam itu, maka ia masuk Surga. Dan demikian juga ketika pagi hari.” HR. Al-Bukhari 7/150.


[95] “Barangsiapa membaca doa ini ketika pagi dan sore hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskannya dari api Neraka.” HR. Abu Dawud 4/317, Al- Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 1201, An-Nasai dalam kitab Amalul Yaum wal Lailah no. 9 halaman 138, Ibnu Sunni no. 70, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baaz menyatakan, bahwa sanad hadits Abu Dawud dan An-Nasai adalah hasan, lihat juga Tuhfatul Akhyar, halaman 23.


Jika sore hari membaca:


اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَمْسَيْتُ …


[96] “Barangsiapa yang membacanya di pagi hari, maka sungguh telah bersyukur pada hari itu. Barangsiapa yang membaca ini di sore hari, maka sungguh telah bersyukur pada malam itu.” HR. Abu Dawud 4/318, An-Nasai dalam kitab Amalul Yaumi wal Lailah no. 7, halaman 137, Ibnu Sunni no. 41, halaman 23 Ibnu Hibban (Mawaarid) no. 2361. Abdul Aziz bin Baz menyatakan, bahwa sanad hadits tersebut hasan, lihat Tuhfatul Akhyar, halaman 24.



Jika sore hari membaca:


اَللَّهُمَّ مَا أَمْسَى بِيْ …


[97] HR. Abu Dawud 4/324, Ahmad 5/42, An-Nasai dalam Amalul Yaum wal Lailah no. 22, halaman 146, Ibnus Sunni no. 69. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad. Syaikh Abdul Aziz bin Baaz menyatakan sanad hadits tersebut hasan. Lihat juga Tuhfatul Akhyar, halaman 26.

[98] “Barangsiapa membacanya ketika pagi dan sore hari sebanyak tujuh kali, maka Allah akan mencukupkan baginya dari perkara dunia dan akhirat yang menjadi perhatiannya.” H.R. Ibnus Sunni no. 71 secara marfu dan Abu Dawud secara mauquf 4/321. Syuaib dan Abdul Qadir Al-Arnauth berpendapat, isnad hadits tersebut shahih. Lihat Zaadul Maad 2/376.

[99] HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, lihat Shahih Ibnu Majah 2/332.

[100] HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud. Lihat kitab Shahih At-Tirmidzi 3/142.

[101] “Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakan dirinya.” HR. Abu Dawud 4/323, At- Tirmidzi 5/465, Ibnu Majah dan Ahmad. Lihat Shahih Ibnu Majah 2/332, Al-Allamah Ibnu Baaz berpendapat, isnad hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39.

[102] “Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka hak Allah memberikan keridhaanNya kepadanya pada hari Kiamat.” HR. Ahmad 4/337, An-Nasai dalam Amalul Yaum wal Lailah no. 4 dan Ibnus Sunni no. 68. Abu Daud 4/418, At-Tirmidzi 5/465 dan Ibnu Baaz berpendapat, hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar, hal. 39.

[103] HR. Al-Hakim, menurut pendapatnya, hadits tersebut adalah shahih, dan Imam Adz-Dzahabi me-nyetujuinya, lihat kitabnya 1/545, dan Shahih At-Targhib wat Tarhib 1/273.

[104] Apabila sore hari, membaca:



أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ اللَّيْلَةِ؛ فَتْحَهَا، وَنَصْرَهَا وَنُوْرَهَا، وَبَرَكَتَهَا، وَهُدَاهَا، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا.

HR. Abu Dawud 4/322 serta Syuab dan Abdul Qadir Al-Arnauth dalam Tahqiq Zadul Maad, 2/273.

[105] HR. Ahmad 3/406-407, 5/123. Lihat juga Shahihul Jami 4/290. Ibnus Sunni juga meriwayatkannya di Amalul Yaum wal Lailah no. 34.

[106] HR. Muslim 4/2071.

[107] HR. Abu Dawud 4/319, Ibnu Majah dan Ahmad 4/60. Lihat Shahih At-Targhib wat Tarhib 1/270, Shahih Abu Dawud 3/957, Shahih Ibnu Majah 2/331, dan Zadul Maad 2/377.

[108] “Barangsiapa membacanya sebanyak seratus kali dalam sehari, maka baginya (pahala) seperti memerdekakan sepuluh budak, ditulis seratus kebaikan, dihapus darinya seratus keburukan, baginya perlindung-an dari setan pada hari itu hingga sore hari. Tidaklah seseorang itu dapat mendatangkan yang lebih baik dari apa yang dibawanya kecuali ia melakukan lebih banyak lagi dari itu.” HR. Al-Bukhari 4/95; Muslim 4/2071.

[109] HR. Muslim 4/2090.

[110] HR. Ibnu As-Sunni dalam Amalul Yaum wal Lailah, no. 54, dan Ibnu Majah no. 925. Isnadnya hasan menurut Abdul Qadir dan Syuaib Al-Arnauth dalam tahqiq Zad Al-Maad 2/375.

[111] HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 11/101, dan Muslim 4/2075.

[112] “Barangsiapa membaca doa ini pada sore hari sebanyak tiga kali, tidak berbahaya baginya sengatan (binatang berbisa) pada malam itu”. HR. Ahmad 2/290, An-Nasai dalam Amalul Yaum wal Lailah, no. 590 dan Ibnu Sunni no. 68. Lihat Shahih At-Tirmidzi 3/187, Shahih Ibnu Majah 2/266 dan Tuhfatul Akhyar, hal. 45.

[113] “Barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali pada pagi hari, dan sepuluh kali pada sore hari, mendapatkan syafaatku pada hari Kiamat.” HR. At-Thabrani melalui dua isnad, keduanya baik. Lihat Majma Az-Zawaid 10/120 dan Shahih At- Targhib wat Tarhib 1/273.


Kisah Iblis Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah SAW

Iblis Terpaksa Bertamu Kepada Rasulullah SAW (dari Muadz bin Jabal dari Ibn Abbas)
 Ketika kami sedang bersama Rasulullah SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba - tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah: "Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk..? Sebab kalian akan memerlukan akanku. "
Rasulullah bersabda: "Tahukah kalian siapa yang memanggil?"
Kami menjawab: "Allah dan rasulNya yang lebih tahu."
Beliau melanjutkan, "Itu Iblis, laknat Allah bersamanya."
Umar bin Khattab berkata: "izinkan aku membunuhnya wahai Rasulullah"

 Nabi menahannya: "Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Allah memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Allah untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik."

Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi.

 Iblis berkata: "Salam untukmu Muhammad,... . salam untukmu para hadirin..."

Rasulullah SAW lalu menjawab: Salam hanya milik Allah SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?"

Iblis menjawab: "Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa."

" Siapa yang memaksamu?"
Seorang malaikat dari utusan Allah telah mendatangiku dan berkata:
"Allah SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri.beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Allah, andai kau berdusta satu kali saja, maka Allah akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin."
oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh."

 Orang Yang Dibenci Iblis

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada Iblis: "Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?"
Iblis segera menjawab: "Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci."

"Siapa selanjutnya?"
"Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT."

"lalu siapa lagi?"
"Orang Aliim dan wara' (Loyal)"

"Lalu siapa lagi?"
"Orang yang selalu bersuci."

"Siapa lagi?"
"Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepada orang lain."

"Apa tanda kesabarannya?"
"Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Allah akan memberi pahala orang -orang yang sabar."

" Selanjutnya apa?"
"Orang kaya yang bersyukur."

"Apa tanda kesyukurannya?"
"Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya."

"Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?"
"Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam."

"Umar bin Khattab?"
"Demi Allah setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur."

"Usman bin Affan?"
"Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya."

"Ali bin Abi Thalib?"
"Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu." (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Allah SWT)

Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis

"Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak shalat?"
"aku merasa panas dingin dan gemetar."

"Kenapa?"
"Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Allah, Allah mengangkatnya 1 derajat."

"Jika seorang umatku berpuasa?"
"Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka."

"Jika ia berhaji?"
"Aku seperti orang gila."

"Jika ia membaca al-Quran?"
"Aku merasa meleleh laksana timah diatas api."

"Jika ia bersedekah?"
"Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji."

"Mengapa bisa begitu?"
"Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya."

"Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?"
"Suara kuda perang di jalan Allah."

"Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?"
"Taubat orang yang bertaubat."

"Apa yang dapat membakar hatimu?"
"Istighfar di waktu siang dan malam."

"Apa yang dapat mencoreng wajahmu?"
"Sedekah yang diam - diam."

"Apa yang dapat menusuk matamu?"
"Shalat fajar."

"Apa yang dapat memukul kepalamu?"
"Shalat berjamaah."

"Apa yang paling mengganggumu?"
"Majlis para ulama."

"Bagaimana cara makanmu?"
"Dengan tangan kiri dan jariku."

"Dimanakah kau menaungi anak - anakmu di musim panas?"
"Di bawah kuku manusia."

 Manusia Yang Menjadi Teman Iblis

Nabi lalu bertanya : "Siapa temanmu wahai Iblis?"
"Pemakan riba."

"Siapa sahabatmu?"
"Pezina."

"Siapa teman tidurmu?"
"Pemabuk."

"Siapa tamumu?"
"Pencuri."

"Siapa utusanmu?"
"Tukang sihir."

"Apa yang membuatmu gembira?"
"Bersumpah dengan cerai."

"Siapa kekasihmu?"
"Orang yang meninggalkan shalat jumaat"

"Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?"
"Orang yang meninggalkan shalatnya dengan sengaja."


Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas

Rasulullah SAW lalu bersabda : "Segala puji bagi Allah yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu."
Iblis segera menimpali:
"Tidak,tidak... tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir.

Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Allah yang ikhlas."

"Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?"
"Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku."

Iblis Dibantu oleh 70.000 anak - anaknya

Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.

Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak - anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanta - wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.

Aku punya anak ynag suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.

Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.

Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.

Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.

Syaithan juga berkata,"keluarkan tanganmu", lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithan pun menghiasi kukunya.

Mereka, anak - anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.

Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.

Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.

 Cara Iblis Menggoda

Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?
Akulah mahluk pertama yang berdusta.
Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.

Tahukah kau Muhammad?
Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Allah bahwa aku benar - benar menasihatinya.
Sumpah dusta adalah kegemaranku.
Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku.

Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata - kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak - anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya 'lihat kiri dan kananmu', iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan 'shalatmu tidak sah'

Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul.

Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras.

jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam.

Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai.

Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia.

Dan iapun semakin taat padaku.

Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan shalat. aku katakan padaknya, 'kamu tidak wajib shalat, shalat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.'

Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan shalat maka Allah akan menemuinya dalam 
kemurkaan.

Wahai Muhammad, jika aku berdusta Allah akan menjadikanku debu.

Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?"

 10 Hal Permintaan Iblis kepada Allah SWT

"Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?"

 "10 macam"

"apa saja?"

"Aku minta agar Allah membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Allah mengizinkan. Allah berfirman,

"berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan." (QS Al-Isra :64)


  1. Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
  2. Aku minta agar Allah membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Allah, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithan.
  3. Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.
  4. Aku minta agar Allah menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
  5. Aku minta agar Allah menjadikan pasar sebagai masjidku.
  6. Aku minta agar Allah menjadikan syair sebagai Quranku.
  7. Aku minta agar Allah menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
  8. Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku. Allah berfirman, "Orang -orang boros adalah saudara - saudara syaithan. " (QS Al-Isra : 27).
  9. Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.
  10. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.
Allah menjawab, "silahkan", dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat.

Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.

Iblis berkata : "wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda."

jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun…!!!

Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah.

Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini.

Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara.

Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.
Rasulullah SAW lalu membaca ayat :

"Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT" (QS Hud :118 - 119) juga membaca,

"Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku" (QS Al-Ahzab : 38)

Iblis lalu berkata:

"Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu. dan aku tak berbohong."

Sampaikan lah risalah ini kepada saudara2 kita…agar mereka mengerti dengan benar, apakah tugas2 dari Iblis/Syaithan tsb,sehingga kita semua dapat mengetahui dan dapat mencegahnya dan tidak menuruti bisikan dan godaan Iblis/Syaithan… Mudah2an dengan demikian kita dapat setidak2nya membuat hidup ini lebih nyaman…dan membuat tempat serta limgkungan kita lebih aman…..
wallahualam...



Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites